Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Selok di Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Cilacap kini tengah dikembangkan sebagai destinasi wisata di Kabupaten Cilacap khususnya di wilayah timur. Masyarakat mengenal obyek wisata ini sebagai lokasi wisata religi karena kerap dijadikan tempat ritual bagi penganut Kejawen dan agama Hindu serta Budha.
Ada beberapa tempat yang dikembangkan sebagai lokasi wisata di Gunung Selok ini. Sebelumnya ada wisata Gunung Selok View, di mana dari lokasi ini bisa melihat pemandangan indahnya Samudera Hindia dan pemandangan hamparan sawah dan pepohonan yang hijau.
Ternyata tidak hanya itu, ada lokasi lainnya yang tidak kalah menariknya. Yakni Rumah pohon yang ada di sekitar lokasi Jambe Pitu, Gunung Selok.
Rumah pohon tersebut berada di pohon Pule yang sudah berusia 20 tahun. Rumah-rumahan yang dibuat pun kokoh dipasang. Selain karena berada di antara tiga cabang pohon Pule dengan masing-masing diameter sekitar 50 cm juga karena dibuat dari material besi.
Wisatawan bisa dengan aman naik di rumah pohon yang memiliki ketinggian sekitar 5 meter ini. Di atas rumah pohon, pengunjung bisa melihat pemandangan berbagai pepohonan sekitar yang sangat rimbun. Selain itu juga bisa melihat satwa-satwa yang ada di sana, seperti monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), Kepodang (Oriolus chinensis), Kutilang (Pignonotus aurigaster), Kuntul (Egretta sp.), Trocokan (Pycnonotus goaivier), Ayam hutan (Gallus sp.), Derkuku (Streptopelia chinensis), Alap-alap dan Bubut.
"Tidak hanya untuk wisata saja yang menikmati keindahan alam, tetapi juga sebagai pendidikan dan penelitian," kata Dedi Rusyanto, Polisi hutan BKSDA Jawa Tengah.
Untuk penelitian, kata dia, karena di lokasi yang ada di 100 meter di atas laut ini banyak tumbuh pohon, di antaranya Akasia (Acacia auriculiformis), Sonokeling (Dalbergia latifolia), Mahoni (Swietenia sp.), Laban (Vitex pubescens), Benda (Artocarpus sp.), Pulai (Alstonia scholaris), Gondang (Ficus sp.), Nyamplung (Calophyllum inophyllum) dan lainnya.
Dedi mengatakan ke depan lokasi tersebut akan dikembangkan lagi, sehingga lebih menarik wisatawan agar berkunjung. Karena selain pemandangan yang indah, suasana di lokasi juga masih sangat asri dengan rimbunnya flora yang ada di Gunung Selok. "Kami akan kembangkan menjadi taman yang lebih menarik, agar potensi wisata di TWA Selok ini bisa lebih dikunjungi wisatawan," katanya.
Selain rumah pohon, di TWA Gunung Selok pengunjung juga bisa melihat pemandangan pantai, lintas alam (hiking), rekreasi, perkemahan (camping), pengamatan burung (bird watching), wisata sejarah dan wisata spiritual di empat padepokan, di antaranya padepokan Jambe Lima, Agung Sang Hyang Jati, Jambe Pitu dan Padepokan Kaendran. Ada juga 11 gua alam untuk pertapaan, yaitu Gua Tikus, Gua Sribolong, Gua Belet, Gua Grojogan, Gua Putih, Gua Pancuran, Gua Rahayu, Gua Bandung/Ratu, Gua Nagaraja, Gua Lawa, dan Gua Pakuwaja. Pengunjung juga bisa menikmati wisata budaya wayang kulit pada bulan Syuro di Padepokan Agung Sang Hyang Jati. (reni tania)
Selain rumah pohon, di TWA Gunung Selok pengunjung juga bisa melihat pemandangan pantai, lintas alam (hiking), rekreasi, perkemahan (camping), pengamatan burung (bird watching), wisata sejarah dan wisata spiritual di empat padepokan, di antaranya padepokan Jambe Lima, Agung Sang Hyang Jati, Jambe Pitu dan Padepokan Kaendran. Ada juga 11 gua alam untuk pertapaan, yaitu Gua Tikus, Gua Sribolong, Gua Belet, Gua Grojogan, Gua Putih, Gua Pancuran, Gua Rahayu, Gua Bandung/Ratu, Gua Nagaraja, Gua Lawa, dan Gua Pakuwaja. Pengunjung juga bisa menikmati wisata budaya wayang kulit pada bulan Syuro di Padepokan Agung Sang Hyang Jati. (reni tania)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar